Jaket Biru...???

Sabtu menjelang tengah malam.....

Aku bertemu dengan seorang gadis
bertemankan angin malam yg dingin
kita berkenalan tuk mengenal satu sama lain
kumu...!!!teman-temannya biasa memanggil
anak smk sahid kelas tiga

Malam berhiaskan bau alkohol dan asap rokok
terdengar senandung lirih meng-gema di udara
pikirankupun sudah setengah sadar
kita saling bercanda melepas tawa

Malam semakin dingin
tanpa sadar akupun melepas jaketku
lalu keberikan padanya
karena ku lihat dia menggigil kedinginan

Entah apa karena pengaruh alkohol
atau memang aku stupid boy
yg rela memberikan jaketnya
padahal dia sendiri kedinginan

Dia begitu ramah, lucu, dan
enak tuk diajak bicara.
terus terang aku menaruh hati padanya
aku ingin dia tahu isi hati ini

Tetapi tak terasa
waktu sudah menunjukkan jam 2 pagi
dia pun pulang...
dengan membawa serta jaket biru milikku
dan berharap aku kan bertemu lagi dengannya

Tuhan aku harap semua ini bukan hanya sekedar mimpi
hingga saat aku terbangun semua itu sirna
Yo wis-lah toh semua tlah terjadi
tapi jika dia dan aku berjodoh
dia kan datang padaku membawa jaket biruku...!!! Read More......

Kepiawaian Si Burung Merak

Sastrawan WS Rendra meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 6 Agustus 2009 pukul 22.10. Ia menderita penyakit jantung koroner. Dimakamkan setelah shalat Jumat 7 Agustus 2009 di TPU Bengkel Teater Rendra, Cipayung, Citayam, Depok.



Sebelumnya, ia dirawat di Rumah Sakit Cinere sejak 25 Juni. Namun, karena kondisinya tak kunjung membaik, Rendra lalu dirujuk dirawat di RS Harapan Kita di Jakarta Barat, sebelum akhirnya ke RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading.



Meski usianya 70-an tahun, kepak sayap si penyair berjuluk "Si Burung Merak" ini masih kuat dan tangkas. Suaranya masih lantang dan sangatlah mahir memainkan irama serta tempo. Kepiawaian pendiri Bengkel Teater, Yogyakarta, ini membacakan sajak serta melakonkan seseorang tokoh dalam dramanya membuatnya menjadi seorang bintang panggung yang dikenal oleh seluruh anak negeri hingga ke mancanegara.

WS Rendra mencurahkan sebagian besar hidupnya dalam dunia sastra dan teater. Menggubah sajak maupun membacakannya, menulis naskah drama sekaligus melakoninya sendiri, dikuasainya dengan sangat matang. Sajak, puisi, maupun drama hasil karyanya sudah melegenda di kalangan pecinta seni sastra dan teater di dalam negeri, bahkan di luar negeri.

Menekuni dunia sastra baginya memang bukanlah sesuatu yang kebetulan namun sudah menjadi cita-cita dan niatnya sejak dini. Hal tersebut dibuktikan ketika ia bertekad masuk ke Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada selepas menamatkan sekolahnya di SMA St.Josef, Solo. Setelah mendapat gelar Sarjana Muda, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di American Academy of Dramatical Art, New York, USA.

Sejak kuliah di Universitas Gajah Mada tersebut, ia telah giat menulis cerpen dan essei di berbagai majalah seperti Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Basis, Budaya Jaya. Di kemudian hari ia juga menulis puisi dan naskah drama. Sebelum berangkat ke Amerika, ia telah banyak menulis sajak maupun drama di antaranya, kumpulan sajak Balada Orang-orang Tercinta serta Empat Kumpulan Sajak yang sangat digemari pembaca pada jaman tersebut. Bahkan salah satu drama hasil karyanya yang berjudul Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) berhasil mendapat penghargaan/hadiah dari Departemen P & K Yogyakarta.

Sekembalinya dari Amerika pada tahun 1967, pria tinggi besar berambut gondrong dengan suara khas ini mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta. Memimpin Bengkel Teater, menulis naskah, menyutradarai, dan memerankannya, dilakukannya dengan sangat baik.

Karya-karyanya yang berbau protes pada masa aksi para mahasiswa sangat aktif di tahun 1978, membuat pria bernama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, ini pernah ditahan oleh pemerintah berkuasa saat itu. Demikian juga pementasannya, ketika itu tidak jarang dilarang dipentaskan. Seperti dramanya yang terkenal berjudul SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor dilarang untuk dipentaskan di Taman Ismail Marzuki.

Di samping karya berbau protes, dramawan kelahiran Solo, Nopember 1953, ini juga sering menulis karya sastra yang menyuarakan kehidupan kelas bawah seperti puisinya yang berjudul Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta dan puisi Pesan Pencopet Kepada Pacarnya.

Banyak lagi karya-karyanya yang sangat terkenal, seperti Blues untuk Bonnie, Pamphleten van een Dichter, State of Emergency, Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api, Mencari Bapak. Bahkan di antara sajak-sajaknya ada yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris seperti Rendra: Ballads and Blues: Poems oleh Oxford University Press pada tahun 1974. Demikian juga naskah drama karyanya banyak yang telah dipentaskan, seperti Oedipus Rex, Kasidah Barzanji, Perang Troya Tidak Akan Meletus, dan lain sebagainya.

Sajaknya yang berjudul Mencari Bapak, pernah dibacakannya pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 118 Mahatma Gandhi pada tanggal 2 Oktober 1987, di depan para undangan The Gandhi Memorial International School Jakarta. Ketika itu penampilannya mendapat perhatian dan sambutan yang sangat hangat dari para undangan. Demikianlah salah satu contohnya ia secara langsung telah berjasa memperkenalkan sastra Indonesia ke mata dunia internasional.

Beberapa waktu lalu, ia turut serta dalam acara penutupan Festival Ampel Internasional 2004 yang berlangsung di halaman Masjid Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 22 Juli 2004. Dalam acara itu, ia menyuguhkan dua puisi balada yang berkisah tentang penderitaan wanita di daerah konflik berjudul Jangan Takut Ibu dan kegalauan penyair terhadap sistem demokrasi dan pemerintahan Indonesia. Pada kesempatan tersebut, lelaki yang akrab dipanggil Willy ini didampingi pengusaha Setiawan Djody membacakan puisi berjudul Menang karya Susilo Bambang Yudhoyono.

Prestasinya di dunia sastra dan drama selama ini juga telah ditunjukkan lewat banyaknya penghargaan yang telah diterimanya, seperti Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional pada tahun 1957, Anugerah Seni dari Departemen P & K pada tahun 1969, Hadiah Seni dari Akademi Jakarta pada tahun 1975, dan lain sebagainya.

Menyinggung mengenai teori harmoni berkeseniannya, ia mengatakan bahwa mise en scene tak lebih sebagai elemen lain yang tidak bisa berdiri sendiri, dalam arti ia masih terikat oleh kepentingan harmoni dalam pertemuannya dengan elemen-elemen lain. Lebih jelasnya ia mengatakan, bahwa ia tidak memiliki kredo seni, yang ada adalah kredo kehidupan yaitu kredo yang berdasarkan filsafat keseniannya yang mengabdi kepada kebebasan, kejujuran dan harmoni.

Itulah Rendra, si bintang panggung yang selalu memukau para penontonnya setiap kali membaca sajaknya maupun melakoni dramanya. Read More......

test

test ujicoba


Powered by Qumana


Read More......

Pak Agus

Saya ucapkan selamat kepada pak agus (alias pak cemplia)yang katanya mulai tahun ajaran 2009/2010 sdh menjadi PNS di smkn5 solo.Selamat juga buat p agus karena minggu kemaren telah lahir anak pertama (kalo g salah sabtu,4 juli 2009??), semoga menjadi anak yang berbakti pada pak cemplia+istri..hehehe..(pak..kami tunggu syuku
rannya..)amin..amin..amin...

PAK..KALO SUDAH PINDAH K STM TETANGGA KITA NANTI..JANGAN LUPAKAN KAMI Y PAK...
KEEP YOUR SMILE FOR ME...^-^ Read More......

Ucapan terima kasih dari panitia seminar Internasional & Peluncuran Klub Guru Soloraya

kepada yth.
Bp. Drs. H. Amsori, SH, M.Pd, (Kepala Dikpora) yang mebuka Acara Seminar Internasional dan peluncuran klub guru soloraya
Bp. Moh. Insan (Sekjen KGI) yang telah memberikan sambutan seminar
Bp. Wali Kota yang diwakili ibu sekda, yang telah memberi sambutan dan membakar semangat guru
Bp. Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, Direktur SEAMEO SEAMOLEC selaku Keynote speaker Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya
Bp. Dr. Ir. Indra Djati Sidi (Ketua Dewan Pembina KGI) selaku Pembicara Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya serta selaligus melantik klub guru soloraya
Mr. Joerg Jahnke, IT Consultant DED (Deutscher Entwicklungsdienst GmbH.) selaku Pembicara Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya
Bp. Mampuono, S.Pd, M.Kom (Ketua KGI Jawa Tengah) selaku Pembicara Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya
Bp. Donny B.U (Head of Publisher Group - detikcom) selaku Pembicara Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya
Bp. Arya Sanjaya (INTEL INDONESIA CORPORATION) selaku Pembicara Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya
Bp. Ir. Dwi Heriyanto B, MT (TELKOM Indonesia) selaku Pembicara Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya
Ibu Wildha (Pesona Edu) selaku Pembicara Seminar Internasional dan Peluncuran Klub Guru Soloraya
Bp. Bagiono (Pembina KGI), Bp Satria Dharma (Ketua KGI), ibu Pangesti, temen2 seamolec pak Muhtadi Zubeir
mbak Indri sponsor dari detikcom
mas Muhtadi Zubeir, mbak Besty dari seamolec
Bp. M. Tri , mas Erwan dan Tim Indosat selaku Mitra klub guru soloraya
mas James Tomasouw dan Tim Intel sponsor dari intel
mas Ashari sponsor dari telkom yang telah memasang hospot
mas Yopie dan tim JATARA sponsor dari JATARA yang sudah memasang hostpot
mas wiji dan perwakilan STMIK Duta Bangsa Surakarta selaku peserta dan sponsor seminar Internasional
Bp./Ibu Kepala Sekolah Mitra 500 sewilayah Jawa Tengah
Bp./Ibu Kordinator ICT Center sewilayah Jawa Tengah
Bp./ibu/saudara/i PESERTA seminar internasional dan peluncuran klub guru soloraya
Bp./ibu panitia seminar internasional dan peluncuran klub guru soloraya (dari AUB Surakarta, Kordinator ict center karesidenan solo dan perwakilan mahasiswa D3 TKJ karesidenan solo)
perwakilan dari Jawapos
perwakilan dari solopos
perwakilan dari HL
Solo Laptop
Buku Erlangga
PT VISI Global Solo
Coca Cola
sasami

kami mewakili Panitia Pelaksana Seminar Internasional dan Peluncuran klub guru soloraya mengucapkan banyak terima kasih yang tiada terhingga kepada Bapak/ibu yang telah meluangkan waktu, mengorbankan tenaga dan pikiran serta bekerjasama mulai dari rencana sampai terselenggaranya kegiatan seminar ini, sehingga kegiatan seminar berjalan lancar dan sukses, tiada aral rintangan apapun.

Seminar Internasional dan Peluncuran klub guru soloraya diikuti sekitar 450 orang peserta dari berbagai kalangan, mahasiswa, guru, kepala sekolah, dosen, pejabat, masyarakat karesidenan solo, Jawa tengah, Jogjakarta (pengurus JIS, WAN, ICT Center), gresik (p Wasis), Surabaya dan luar jawa.

Kegiatan Seminar Internasional dan Peluncuran klub guru soloraya selama satu hari penuh ini, dimulai sambutan dari tuan rumah AUB Surakarta, sambutan sekjen, sambutan dilanjutkan pembukan sekda kota solo, pelantikan klub guru soloraya dimulai dari kub guru solo, klub guru kab sukoharjo, dan pengkukuhan ketua klub guru sragen, karanganyar, wonogiri, boyolali dan klaten yang melantik oleh Dewan Pembina Bp. Dr. Ir. Indra Djati Sidi, dilanjutkan Keynote speaker oleh Direktur SEAMEO-SEAMOLEC, dilanjutkan pembicara2 tersebut diatas berjalan lancar dan sukses.

Kami mewakili panitia sudah berusaha seoptimal mungkin, apabila dalam penerimaan sebagai tamu kehormatan dan pelaksanaan masih ditemukan banyak kekurangan dan kesalahan disana-sini baik di sengaja maupun tidak disengaja, itu semua atas keterbatasan kami, kami mohon dengan sangat dan tulus ikhas untuk dimaafkan, demikian sebaliknya jika bapak/ibu ada kesalahan kami dengan ikhlas dan setulus hati untuk kami maafkan, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi diri kita, keluarga, temen2 guru sekitar kita dan umumnya di dunia pendidikan, semoga kegiatan ini berlanjut dan berkembang seantero indonesia dari sabang sampai meraoke, dengan terima kasih

hormat kami
ttd
kasmadi

Read More......